
Sampang – Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Muntahy (STAIMUN) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Al-Ulum At-Tatbiqiyah, Yordania dan Ewan Institut Jordania, di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), pada Senin, 17 Februari 2025.
Dalam acara tersebut, dihadiri langsung oleh Ketua STAI Al-Muntahy Dr. (CAND). Supriyanto Lc, ME. serta Prof. Dr. Abdus Salam Dekan Fakultas Syariah Universitas Al-Ulum At-Tatbiqiyah, Yordania dan Dr. Khaled Bani Omar Direktur Ewan Institute, Yordania.
Dalam sambutannya, Supriyanto menyampaikan apresiasi yang tinggi serta menyambut baik kerja sama yang dijalin oleh STAI Al-Muntahy dalam bidang pendidikan Bahasa Arab, pengembangan perguruan tinggi dan penelitian ilmiah. Ia menekankan bahwa inisiatif tersebut merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Madura, ujar Supri.
Lebih lanjut, ia berharap kerja sama ini tidak hanya terbatas pada peningkatan kemampuan berbahasa Arab, tetapi juga dapat memperluas wawasan akademik mahasiswa dan tenaga pendidik. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan akan lahir inovasi-inovasi baru dalam dunia pendidikan yang dapat membawa dampak positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kompetensi generasi mendatang
Keberadaan MoU tersebut sangat penting, karena akan menjadi pijakan bagi pengembangan akademik yang lebih berkualitas, di mana mahasiswa dan dosen STAI Al-Muntahy tidak hanya terlibat dalam riset secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikan hasil penelitian mereka dalam dunia nyata sehingga dapat menciptakan lingkungan akademik yang produktif dan berdaya saing.
Prof. Dr. Abdus Salam dan Dr. Khaled Bani Omar menjelaskan bahwa dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang telah disepakati, terdapat tawaran program pertukaran mahasiswa dan dosen yang bertujuan untuk memperluas wawasan akademik serta meningkatkan pengalaman belajar dan mengajar di lingkungan yang lebih variatif.
Melalui program ini, mahasiswa akan memiliki kesempatan untuk menimba ilmu di Universitas Al-Ulum At-Tatbiqiyah, Yordania dan Ewan Institut Jordania, berinteraksi dengan dosen serta mahasiswa dari latar belakang akademik yang berbeda, dan memperkaya perspektif mereka dalam bidang yang digeluti. Sementara itu, dosen juga dapat melakukan kolaborasi dalam penelitian, mengajar di kampus mitra, serta berbagi pengalaman dan metode pembelajaran yang inovatif.
Prof. Abdus Salam, juga menekankan bahwa pertukaran ini bukan hanya sebatas transfer ilmu, tetapi juga menjadi ajang untuk membangun jaringan akademik yang lebih luas. Dengan adanya interaksi lintas institusi. “Saya berharap akan tercipta sinergi yang kuat dalam pengembangan pendidikan dan riset ilmiah, yang pada akhirnya dapat memberikan manfaat besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas akademik”. Tutup Abdus Salam.
